"Proses ekstraksi rumput laut tidak boleh lagi menyisakan limbah buang (waste) yang tidak bernilai. Melalui pendekatan cascading, rumput laut diekstraksi secara bertahap sehingga nilai ekonominya dapat dimanfaatkan secara lebih utuh," ucap Pontas.
Diketahui, Indonesia saat ini memiliki 57 industri pengolahan rumput laut dengan total kapasitas terpasang mencapai 197.650 ton bahan baku kering per tahun. Namun, sekitar 80 persen produk karagenan yang dihasilkan masih berada dalam bentuk produk setengah jadi (semi-refined/ATC).
Data tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai ruang pengembangan produk pada tahapan yang lebih hilir. Produk turunan yang dapat dikembangkan dari rumput laut antara lain karagenan, agar, alginat, pangan fungsional, farmasi, kosmetik, bioplastik, dan biostimulan.
Selain itu, pemanfaatan rumput laut melalui pendekatan tersebut dapat mencakup produk seperti biostimulan, nutrisi, agar, dan karagenan. Sementara itu, material sisa dapat diarahkan untuk menghasilkan produk energi seperti biogas dan Refuse Derived Fuel (RDF).