NADIKABAR.COM — Ada sebuah anggapan yang menyebut bahwa seseorang dengan paha besar lebih berpeluang berumur panjang. Namun, hal itu tidak sepenuhnya benar.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr Yunita Aryani, menjelaskan bahwa sejumlah penelitian menemukan bahwa lingkar paha kecil berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini yang lebih tinggi. Hal ini lantaran lingkar paha yang terlalu kecil merupakan indikator massa otot dan status gizi yang kurang baik pada paha.

Penelitian yang diterbitkan dalam British Medical Journal (BMJ) menemukan lingkar paha kecil berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit penyakit jantung koroner. Hasilnya, kondisi ini dapat berakibat kematian dini pada laki-laki maupun perempuan.

Lingkar paha terdiri atas tulang, massa otot, lemak subkutan, cairan, dan jaringan lainnya. Dua orang dengan lingkar paha yang sama belum tentu memiliki kondisi kesehatan serupa.

"Menilai derajat kesehatan seseorang hanya dengan melihat jumlah massa otot saja tidak cukup. Kekuatan dan fungsi otot sering kali memberikan informasi yang lebih bermakna daripada ukuran semata," katanya di laman IPB University, dikutip Kamis (20/8/2026).