Dalam laporan Harvard Health Publishing tahun 2012, sebuah studi meneliti bagaimana lingkar pahamemengaruhi kesehatan. Para ilmuwan Denmark mengevaluasi 2.816 pria dan wanita berusia 35 hingga 65 tahun yang bebas dari penyakit jantung, stroke, dan kanker ketika mereka bergabung dalam penelitian pada akhir tahun 80-an.
Hasilnya, ditemukan bahwa orang dengan paha besar memiliki risiko penyakit jantung dan kematian dini yang lebih rendah daripada mereka yang memiliki paha tipis. Dalam hal ini, para ilmuwan mengukur ukuran paha tetapi bukan komposisi paha. Jadi, mereka tidak dapat memastikan apakah perlindungan yang tampak pada paha besar disebabkan oleh lebih banyak otot, lebih banyak lemak, atau keduanya.
Studi lain tahun 2009 menemukan bahwa otot menjadi prediktor penting yang mendukung seseorang hidup lebih lama. Sebagian alasannya mungkin karena otot yang besar dan kuat mencerminkan olahraga teratur dan gaya hidup aktif.
Menurut studi, berkontribusi terhadap kesehatan. Otot membakar kalori lebih cepat daripada jaringan lain dan lebih responsif terhadap insulin.
Secara umum, otot paha yang besar mungkin lebih menjelaskan kenapa memiliki paha besar berkaitan dengan potensi umur yang lebih panjang.