Menurut dia, mengobrol dengan anak tidak selalu harus dilakukan dalam suasana formal. Orang tua dapat memanfaatkan kegiatan sehari-hari untuk membangun koneksi, seperti makan bersama, pergi membeli makanan atau es krim, hingga berolahraga bersama.
Dalam situasi yang lebih santai, kata Pritta, anak dapat merasa lebih rileks. Orang tua juga perlu memperhatikan cara bertanya agar percakapan tidak terasa seperti interogasi.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah orang tua terlebih dahulu menceritakan pengalaman mereka sendiri terlebih dahulu sebelum masuk topik pembicaraan.
"Tiga hal itu yang orang tua perlu lakukan, belajar untuk melakukan supaya anak remajanya ini bisa percaya bahwa orang tuaku ini tempat yang aman untuk aku cerita dan bertanya apa pun, karena aku tidak akan langsung dihakimi dan tidak akan langsung diomelin," kata Pritta.