"Masyarakat melaporkan, kami segera menindaklanjuti, namun pencarian berminggu-minggu waktu itu belum membuahkan hasil. Jejaknya seakan hilang ditelan hutan," ujar pendiri CAN Paulinus Kristanto.

Musim kemarau membuat tanah mengering, sungai menyusut, dan sumber pakan di hutan semakin sulit ditemukan. Kondisi itu diduga menjadi penyebab orang utan itu keluar dari habitatnya.

Paulinus mengatakan pihaknya tetap melakukan pemantauan, kembali ke titik laporan, dan mengingatkan warga agar tetap waspada serta melaporkan jika kembali melihat orang utan tersebut.