NADIKABAR.COM — Tren pengumpulan kartu koleksi atau Trading Card Game (TCG) seperti Pokémon di Indonesia kini makin diramaikan oleh kehadiran oripa atau oripa online. Format paket kartu rakitan ini semakin dilirik para kolektor karena menawarkan peluang memboyong kartu langka dengan harga per pack yang lebih terjangkau.
Di balik daya pikat tersebut, transparansi dan kejujuran perakit paket menjadi kunci utama keberlanjutan tren ini di pasar lokal.
Istilah oripa berasal dari bahasa Jepang, singkatan dari original pack. Toko kartu di Jepang biasa meraciknya dari stok kartu tunggal, yakni beberapa kartu incaran bernilai tinggi dicampur dengan kartu biasa, lalu dijual dalam kemasan tertutup.
Format ini kemudian meluas ke ranah digital (oripa online) dan memicu banyak ulasan dari kolektor. Keraguan mengenai peluang mendapatkan kartu bernilai tinggi kerap muncul, bahkan di pasar oripa Jepang yang sudah mapan.
Di pasar lokal Indonesia, oripa umumnya dijual sebagai mystery pack di berbagai marketplace dengan harga Rp45.000 per satu pack yang berisi 10 kartu acak. Penjual biasanya menyertakan label 'garansi hit' dengan minimal satu kartu berkelangkaan RR, sementara kartu teratasnya setingkat SR hingga SAR.