NADIKABAR.COM — Partisipasi Pengembangan Masyarakat (P2M) meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimplementasikan kebijakan pengurangan penggunaan air minum dalam kemasan (AMDK) plastik berukuran di bawah satu liter untuk menekan timbulan sampah plastik di ibu kota.

"AMDK plastik menjadi salah satu sumber persoalan sampah di Jakarta. Untuk itu, Pak Gubernur juga perlu tegas terhadap produsen AMDK plastik agar ikut berkontribusi mengurangi sampah plastik," kata Presidium P2M, Aan Harinurdin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Aan mengatakan, langkah tersebut diperlukan sebagai tindak lanjut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen periode 2020-2029 yang menargetkan pengurangan sampah produsen sebesar 30 persen pada 2029.

Ia juga meminta PAM Jaya sebagai BUMD milik Pemprov DKI mulai merealisasikan rencana bisnis AMDK dengan menggunakan wadah ramah lingkungan.

Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular, Kementerian Lingkungan Hidup Agus Rusli mengatakan, penerapan tanggung jawab produsen atau Extended Producer Responsibility (EPR) menjadi salah satu upaya penting untuk memastikan kemasan produk dikelola setelah dikonsumsi.

Menurut dia, produsen makanan, minuman, dan kosmetik harus bertanggung jawab terhadap sampah kemasan yang dihasilkan, termasuk memastikan kemasan tersebut dikumpulkan kembali dan tidak mencemari lingkungan.

Agus menyebutkan, produksi sampah nasional mencapai sekitar 140 ribu ton per hari, dengan hampir 20 persen di antaranya berupa sampah plastik.

Ia juga menilai penegakan hukum terhadap masyarakat yang membuang sampah sembarangan perlu diperkuat untuk memberikan efek jera.

"Bahkan, penindakan yang dilakukan bisa menjadi perhatian publik sehingga memberikan efek domino kepada masyarakat lainnya untuk tidak membuang sampah sembarangan," ujar Agus.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengurangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta M Adib Awaludin mengatakan, sampah plastik mencapai 22,9 persen dari total timbulan sampah Jakarta berdasarkan studi komposisi sampah 2022.

Dengan timbulan sekitar 7.800 ton per hari, Pemprov DKI mengoptimalkan edukasi pengurangan plastik sekali pakai, pemilahan sampah dari sumber, serta pengolahan melalui TPS 3R dan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF).

"Kami terus mengedukasi masyarakat untuk membatasi dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai," kata Adib.