"Kadang-kadang perspektif yang POV-nya beda, point of view-nya kadang berbeda ya antara industri. Industri merasa sudah, sementara masyarakat merasa belum cukup. Ini kan sesuatu yang harus dipertemukan ini, penjelasan yang harus sama-sama satu frekuensi. Jangan sampai berbeda frekuensi, kalau berbeda frekuensi akan terus ada problem," pungkasnya.
Persoalan di pabrik BYD, Subang, Jawa Barat, bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan catatan NadiKabar, pabrik tersebut sebelumnya juga sempat dikabarkan mengalami aksi premanisme oleh oknum organisasi masyarakat (ormas).
Hal itu pernah disampaikan Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, saat memenuhi undangan Pemerintah China dalam rangkaian kunjungannya ke Shenzhen, China. Ia meminta pemerintah bertindak tegas terhadap aksi premanisme yang dilakukan oknum ormas.