NADIKABAR.COM — Dokter spesialis jantung konsultan aritmia dan kardiologi intervensi Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA mendorong peningkatan akses layanan aritmia di Indonesia, termasuk melalui penambahan jumlah dokter yang menangani gangguan irama jantung.

Yoga mengatakan saat ini Indonesia hanya memiliki 66 dokter aritmia untuk melayani sekitar 280 juta penduduk sehingga peningkatan sumber daya manusia menjadi salah satu kebutuhan dalam memperluas akses terhadap layanan tersebut.

"Untuk meng-cover 280 juta penduduk di Indonesia, dokter aritmia saat ini hanya berjumlah 66 orang," kata Yoga dalam dalam konferensi pers peringatan "Hari Jantung Sedunia - Deteksi Dini Aritmia dan Rekomendasi Prosedur untuk Tingkatkan Kualitas Hidup" di Jakarta, Selasa.

Guru Besar Kardiologi dan Aritmia Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu mengatakan keterbatasan jumlah dokter aritmia menjadi salah satu tantangan dalam memberikan akses deteksi dini dan penanganan gangguan irama jantung secara tepat waktu kepada masyarakat.

Yoga mengatakan organisasi profesi terus berupaya meningkatkan akses layanan aritmia, termasuk melalui penambahan dokter aritmia dengan dukungan berbagai pihak.