NADIKABAR.COM — Pakar pariwisata Universitas Andalas Sari Lenggogeni mendorong agen perjalanan (Travel Agent/TA) dan operator tur (Tour Operator/TO) menyusun paket wisata ramah muslim dengan memetakan kebutuhan wisatawan sejak awal hingga akhir perjalanan.
"Intinya bukan hanya sebagai label halal tour pada brosur, tapi yang paling penting halal assurance through the visitor journey (jaminan halal sepanjang perjalanan wisata)," kata Sari saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Sari mengatakan pemetaan kebutuhan tersebut dapat dituangkan dalam rencana perjalanan (itinerary), antara lain dengan memperhatikan restoran yang memiliki kejelasan status halal, waktu dan lokasi shalat, akses menuju masjid dan tempat ibadah, kebersihan fasilitas, akomodasi, serta layanan yang ramah muslim.
Paket perjalanan juga perlu memuat jadwal sholat, informasi halal, pemberhentian makanan dan minuman atau pemberhentian makanan dan minuman (F&B stop), serta kebutuhan lain wisatawan muslim.
Selain itu, dia juga menyarankan asosiasi perjalanan bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan pemerintah mencoba menyusun paket tur ramah muslim.