NADIKABAR.COM β€” Pakar Pendidikan Ki Darmaningtyas menyebut penguatan ketahanan keluarga dan edukasi publik secara berkesinambungan menjadi kunci utama dalam mencegah meningkatnya ancaman intoleransi, radikalisme, serta aksi main hakim sendiri (vigilantisme) di kalangan generasi muda saat ini.

Menurut dia, fenomena maraknya kekerasan dan aksi destruktif di ruang publik yang cepat viral di media sosial tidak lepas dari derasnya arus informasi digital dan tergerusnya relasi sosial dasar.

β€œAnak-anak yang tumbuh tanpa keharmonisan keluarga cenderung lebih mudah untuk kehilangan arah atau pegangan hidup,” kata Darmaningtyas dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, akar dari masalah prilaku ekstrem remaja tersebut bermula dari rapuhnya fondasi di tingkat keluarga.

Pembentukan karakter anak, kata dia, didominasi oleh lingkungan keluarga sebesar 50 persen, disusul lingkungan sekolah 30 persen, dan pergaulan 20 persen.