NADIKABAR.COM — Masa jabatan periode terbaru Luiz Inacio Lula da Silva sebagai presiden Brasil akan penuh tantangan karena pengaruh oposisi yang semakin besar di parlemen serta polarisasi tajam di kalangan masyarakat, kata seorang pakar hubungan internasional Leonardo Nascimento.

"Saya yakin periode baru Lula da Silva akan penuh tantangan. Partai Liberal (pihak oposisi Brasil) telah memperkuat posisinya secara nyata di kongres, sehingga Pemerintah Brasil harus bekerja di tengah kondisi ketidakstabilan politik," kata Nascimento yang juga anggota Pusat Integrasi dan Kerja Sama antara Rusia dan Amerika Latin (CICRAL Brasil).

"Pemilu tersebut memang untuk mempertahankan kelembagaan, tetapi tidak menghilangkan polarisasi yang ada di masyarakat Brasil," tambahnya.

Pemilihan anggota kongres juga digelar di Brasil; di mana Partai Liberal yang mengusung Flavio Bolsonaro, rival Lula da Silva, meraih kursi terbanyak di kedua majelis.

Menurut Nascimento, meskipun unggul dari segi jumlah, Partai Liberal tidak akan mampu mengambil keputusan-keputusan yang sangat penting secara mandiri, seperti soal pemakzulan karena perlu dua pertiga suara di parlemen. Oleh karena itu, partai tersebut tetap harus bernegosiasi dengan kekuatan politik lainnya.

Selain itu, Partai Liberal merupakan wadah bagi para politisi yang tidak selalu ideologis, sehingga dapat mengakibatkan perpecahan internal partai tersebut.

Putaran kedua pilpres Brasil berlangsung pada Minggu (25/10), dengan Lula da Silva yang diusung Partai Buruh keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan Flavio Bolsonaro.

Flavio Bolsonaro dikabarkan sejumlah media massa telah meninggalkan Brasil untuk menuju Amerika Serikat.

Penerjemah: Fransiska Ninditya