NADIKABAR.COM — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan pengoplosan 600 ton beras subsidi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual sebagai beras premium seharga Rp17 ribu per kilogram (kg).
Padahal, beras SPHP yang disubsidi pemerintah seharusnya dijual seharga Rp12.500 per kg.
Amran menyampaikan temuan tersebut saat mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat pengolahan atau pengemasan ulang beras di kawasan Kayumanis, Matraman, Jakarta Timur.
Di depan bangunan terpasang spanduk bertuliskan Toko/Rumah Beras Kayumanis, lengkap dengan gambar kemasan beras SPHP dan keterangan penjualan beras, minyak goreng, serta sembako.
Sejumlah karung beras terlihat ditumpuk di dalam bangunan yang telah dipasangi garis polisi.
"(Ini yang dioplos beras) SPHP. Yang disubsidi pemerintah. Harusnya harganya ini Rp12.500 (per kg), dijual Rp17 ribu, dioplos. Jadi beras premium," ujar Amran dalam konferensi pers di lokasi, Rabu (28/10).
Menurut Amran, angka 600 ton merupakan jumlah dalam laporan awal yang diterimanya. Ia menduga jumlah beras yang terlibat bisa mencapai ribuan ton, tetapi belum memastikan total keseluruhan maupun sejak kapan praktik tersebut berlangsung.
"Ini laporannya tadi saya terima 600 ton, tapi ini yang sekarang. Berarti sudah ribuan ton, ini," ujarnya.