Amran mengatakan pelaku telah ditangkap. Ia meminta kepolisian menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk dalam rantai penyaluran beras dari gudang Bulog di Kelapa Gading yang disebut sebagai sumber beras tersebut berdasarkan informasi awal.

Amran menegaskan pegawai Perum Bulog maupun Kementan yang terbukti terlibat akan diberhentikan dan diproses secara hukum. Namun, ia mengatakan dugaan keterlibatan pegawai Bulog masih harus didalami oleh aparat.

"Kalau ada Bulog terlibat, sudah pasti dipecat dan juga ditindak," kata Amran.

Ia menyatakan pihaknya akan melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengusut kemungkinan keterlibatan pihak internal. Amran juga meminta penyelidikan tidak berhenti pada pelaku yang telah ditangkap.

Amran menilai dugaan pengoplosan tersebut merugikan masyarakat karena beras SPHP ditujukan untuk menjaga keterjangkauan harga pangan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Ia menyebut beras tersebut mendapat subsidi sekitar Rp6.000 per kg dan dibutuhkan oleh kelompok masyarakat desil 1 hingga 5.

"Ini adalah jatah beras untuk orang miskin. Kemudian ini barang disubsidi. Ini dioplos, dirampok ini," ujar Amran.