NADIKABAR.COM — Pakar Pengasuhan dan Tumbuh Kembang Anak IPB University, Prof Dwi Hastuti soroti pentingnya pendidikan kebencanaan di Indonesia. Mengingat Indonesia termasuk dalam negara yang rentan terhadap bencana.
Sosok yang akrab dipanggil Tuti ini menyebut, pendidikan kebencanaan tidak perlu dihadirkan dalam bentuk mata pelajaran yang berdiri sendiri. Materi ini bisa diintegrasikan ke dalam pelajaran sains, ilmu sosial, dan pendidikan jasmani sejak murid kelas 1 SD.
Saran ini diberikan Tuti usai melihat sekolah-sekolah di Jepang melakukan hal serupa. Ia menyebut, anak-anak sekolah di Negeri Sakura itu sudah diajarkan tentang konsep bencana alam.
"Di sana anak-anak sudah diajarkan tentang konsep bencana alam dan bencana apa pun melalui kegiatan yang terintegrasi dalam mata pelajaran sains, ilmu sosial, dan pendidikan jasmani, bukan mata pelajaran tersendiri," tuturnya dikutip dari laman IPB University.
Berbagai materi dari pendidikan kebencanaan ini bisa disesuaikan dengan berbagai bencana yang terjadi di Indonesia. Bencana yang dimaksud seperti, banjir, gempa bumi, angin topan, dan kebakaran hutan.
Sekolah bisa memanfaatkan berbagai media pembelajaran untuk mengenalkan kondisi alam di Indonesia. Baik itu melalui buku pelajaran, buku cerita, gambar, dan video, tentang hutan, sungai, laut, danau, gunung, dan lingkungan sekitar.
Setelah materi disampaikan, tahap selanjutnya adalah membangun kepedulian terhadap lingkungan. Kepedulian ini bisa dibangun melalui praktik sederhana di sekolah, seperti menyapu halaman, membabat rumput dan memunguti sampah.