Untuk kasus Dusun Limus, ia menilai dugaan awal yang masuk akal adalah tanah atau endapan lumpur mengalami pengeringan kemudian menyusut. Namun, penyebab spesifiknya belum dapat dipastikan tanpa pemeriksaan lapangan.

"Belum dapat dipastikan apakah pengeringan itu terutama akibat cuaca kering, surutnya genangan, atau perubahan tata air dan penggunaan lahan," ujarnya.

Ia menambahkan, kemiripan bentuk dengan tanah retak di Afrika juga perlu dilihat secara hati-hati. Mekanisme dasarnya memang dapat serupa, yakni material kehilangan air dan menyusut. Namun, kondisi lingkungan serta faktor pemicunya belum tentu sama.

"Lebih tepat menyebutnya menyerupai tanah retak di kawasan kering Afrika, bukan bukti bahwa lahan di Kalimantan telah berubah menjadi gurun," tegasnya.