Nasional
HALAMAN 3 DARI 3
Pakar ITS Dorong Mitigasi Gempa Berbasis Multi-Bahaya
Ketahanan sebuah bangunan saat diguncang gempa, tidak cukup untuk menjamin keselamatan masyarakat ketika bencana susulan terjadi. Pakar Geologi ITS Prof Dr Ir Amien Widodo MSi mend
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 14:15 WIB
• ⏱ 2 menit baca
"Masyarakat Simelue beradaptasi hasil belajar kejadian tsunami yang sering melanda pulau sejak tahun 1900. Masyarakat mengembangkan sistem deteksi dini berbasis kearifan lokal yang mereka sebut semong. Teriakan SMONG berarti air laut surut dan harus segera lari menjauh dari pantai menuju bukit," katanya.
Menurutnya, kearifan tersebut terbukti membantu masyarakat Simeulue menghadapi tsunami 26 Desember 2004.
Ia menilai pengalaman kebencanaan masyarakat di berbagai daerah perlu ditelusuri dan dikembangkan sebagai bagian dari strategi mitigasi.
"Antisipasi satu-satunya jalan menuju ketangguhan," pungkasnya.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.