"Belajar dari bencana akibat gempa di berbagai wilayah di Indonesia, maka semua bencana tersebut tidak tunggal hanya gempa tapi dalam waktu hampir bersamaan diikuti bencana lainnya atau kaskade gempa," ujarnya.

Ia mencontohkan, gempa Aceh yang disusul tsunami serta kerusakan infrastruktur dalam skala besar. Rangkaian bencana serupa juga terjadi dalam sejumlah peristiwa gempa di Nias, Yogyakarta, Padang, Lombok, hingga Sulawesi Tengah.

Gempa Sulawesi Tengah, misalnya, diikuti pergeseran tanah, tsunami, likuifaksi, dan longsor yang memperbesar korban, kerusakan, serta kerugian.

Terbaru, gempa yang terjadi di NTT pada 15 Agustus 2026 juga diikuti sejumlah dampak, mulai tsunami rendah, longsor, korban jiwa, luka-luka, trauma, pengungsian hingga masyarakat yang terisolasi.

Berdasarkan pembaruan BNPB, gempa NTT tersebut menyebabkan 202 orang menjadi korban, dengan 75 orang meninggal dunia dan 132 orang luka-luka. Sebanyak 40.040 jiwa mengungsi dan 11.925 rumah mengalami kerusakan.

Amien mengatakan, rangkaian tersebut menunjukkan bahwa risiko bencana tidak lagi bisa dipahami sekadar sebagai efek domino.