Ia menambahkan, titik kontaminasi belum bisa disimpulkan begitu saja tanpa dilakukan pemeriksaan menyeluruh pada setiap rantai penyediaan makanan. Sanitasi yang buruk pada salah satu tahap saja dinilai sudah cukup membahayakan konsumen.
"Semua proses harus diperiksa. Kalau ditanya penyebabnya apa, banyak. Bisa dari sanitasinya, mulai dari bahan makanan, proses memasak, penyimpanan, sampai makanan diterima dan dikonsumsi," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya serangkaian kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di 3 kabupaten di Jawa Timur. Di Sidoarjo, 748 orang menjadi korban insiden ini. Sementara di Nganjuk, 127 orang termasuk guru dan siswa mengalami gejala keracunan. Sementara, di Jombang data terbaru yang dirilis Dinas Kesehatan Jombang, total 256 siswa dan 4 guru SMPN 1 Kabuh keracunan MBG.