Pendampingan ini dimulai dari tahap awal pemenuhan administrasi, penyediaan bibit unggul, hingga pembinaan kultur teknis budi daya perkebunan yang baik agar produktivitas pekebun dapat optimal.

Kedua, PalmCo mengambil peran hilir yang krusial sebagai offtaker (pembeli siaga) atas kebun-kebun PSR rakyat yang direkomendasikan langsung oleh kementerian maupun dinas terkait.

Melalui peran ini, setelah dilakukan peremajaan sawit, perusahaan memberikan jaminan kepastian pasar dengan menyerap hasil panen Tandan Buah Segar (TBS) petani mitra secara adil dan transparan.

"Langkah komprehensif dari hulu ke hilir ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat," ujarnya pula.

Melalui pendampingan menyeluruh tersebut, kata Jatmiko, petani dipastikan mendapatkan akses penerapan standar praktik pertanian yang baik. Di saat yang bersamaan, posisi perusahaan sebagai offtaker turut memberikan kepastian pasokan bagi operasional pabrik.

"Bagi PalmCo, kebun rakyat yang produktif dan dikelola secara baik akan memperkuat kontinuitas pasokan TBS (tandan buah segar) sawit sekaligus menjaga kualitas bahan baku yang masuk ke pabrik," katanya lagi.

Ke depan, PalmCo akan terus menjadikan kemitraan dengan petani sebagai pilar utama strategi bisnis jangka panjang perusahaan dalam mendukung keberlanjutan perkebunan sawit rakyat.