Melalui sinergi bersama kementerian terkait, pemerintah daerah, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), dan asosiasi petani, perusahaan mendorong ekosistem peremajaan sawit yang masif dengan jaminan pasar nyata.

Sebagai perpanjangan tangan pemerintah di sektor perkebunan, ujar Jatmiko, kehadiran PTPN IV PalmCo difokuskan pada manajemen peremajaan yang terintegrasi dan pendampingan budi daya yang tepat sasaran.

Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR), Setiyono mengapresiasi kesinambungan program kemitraan yang dijalankan melalui pendampingan teknis dan jaminan serapan hasil.

Menurut Setiyono, program PSR bukan hanya mengganti tanaman tua dengan tanaman baru, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi petani sawit Indonesia.

"Kehadiran PTPN IV PalmCo memberikan kepastian bagi petani melalui peningkatan produktivitas, penyerapan hasil panen, kesejahteraan keluarga, serta penguatan kelembagaan koperasi di berbagai daerah," katanya lagi.

Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Dida Gardera menyatakan pada tahun 2026 pemerintah menetapkan target percepatan penyaluran PSR dengan luasan mencapai 50.000 hektare secara nasional.

Akselerasi itu dinilai krusial guna menjaga stabilitas produksi sawit rakyat sekaligus mempertahankan posisi Indonesia di rantai pasok global.