"Saya melihatnya, laki-laki muda, itu yang muda," demikian salah satu pesan Zhang kepada pejabat China, sebagaimana tercantum dalam dokumen pengadilan.

Ketika diminta melakukan panggilan suara, Zhang menjawab bahwa dirinya sedang merekam video. Informasi hasil pengintaian itu kemudian diduga dikirimkan kepada kontaknya di China.

FBI menduga data tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah China untuk menekan Presiden Taiwan apabila terjadi konflik antara Beijing dan Taipei.

Kasus ini akhirnya berujung pada penangkapan Zhang di LAX, tepat sebelum ia terbang ke Shanghai.

Pemerintah Taiwan mengecam dugaan pengintaian tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk represi lintas negara. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China menyatakan tidak mengetahui kasus Zhang dan menolak tuduhan yang dianggap mencemarkan nama negaranya.

Zhang kini menghadapi dakwaan bertindak sebagai agen pemerintah asing tanpa pemberitahuan yang diwajibkan hukum AS. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Hingga kini, tuduhan terhadap Zhang masih dalam proses hukum dan belum diputuskan oleh pengadilan, demikian dilansir Reuters.