NADIKABAR.COM — Pameran Foto Pers Dunia (World Press Photo Exhibition) 2026 yang diselenggarakan Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, Jumat, mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebebasan pers dan kesadaran mereka terhadap situasi yang berkembang di dunia saat ini.
"World Press Photo mengemban misi memperjuangkan kebebasan pers dan meningkatkan kesadaran terhadap situasi dunia, serta pentingnya cerita yang mengedepankan akurasi dan menggambarkan kondisi pers saat ini," kata Manajer Pameran sekaligus Kurator World Press Photo Mariana Rettore Baptista, saat membuka pameran, di Kedubes Belanda Jakarta, Jumat.
Mariana mengatakan pameran tersebut tidak hanya menampilkan foto-foto yang kuat secara visual, tetapi juga menghadirkan kisah nyata yang penting untuk diketahui publik sekaligus mengajak pengunjung memahami kondisi dunia saat ini.
Dia mengatakan setiap foto yang ditampilkan dalam pameran tersebut diambil oleh fotografer profesional yang bekerja dengan standar tinggi dalam foto jurnalistik dan jurnalistik.
Menurut dia, seluruh kisah yang dihadirkan dalam pameran merupakan peristiwa nyata yang layak dilihat, dibaca, dan diketahui masyarakat.
"Kami ingin masyarakat terhubung dengan cerita yang kami sampaikan melalui foto-foto ini. Kami ingin mereka terlibat dengan isu kebebasan pers dan kisah orang-orang yang direpresentasikan dalam foto-foto tersebut," katanya.
Mariana menjelaskan bahwa pameran World Press Photo tahun ini menghadirkan beragam isu global yang terjadi sepanjang 2025 dan masih memberikan dampak hingga saat ini.
Salah satunya adalah perubahan kebijakan imigrasi Amerika Serikat pada masa awal periode kedua pemerintahan Presiden Donald Trump, serta dampak kebijakan pemangkasan bantuan luar negeri AS terhadap perempuan di Afghanistan dan berbagai wilayah lainnya.