Ia menilai penyelenggaraan pameran di Jakarta memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia untuk melihat karya foto jurnalistik berkualitas tinggi yang menghadirkan beragam cerita dan tema dari berbagai belahan dunia.
Mariana juga mengajak masyarakat untuk melihat pameran sebagai kesempatan menikmati berita dengan cara yang berbeda dari kebiasaan mengonsumsi informasi melalui telepon seluler.
Menurut dia, karya-karya yang dipamerkan telah melalui proses pemeriksaan fakta dan seleksi ketat dari lebih dari 57.000 foto untuk memilih cerita-cerita terbaik.
"Melihat pameran ini merupakan kesempatan untuk berhenti sejenak, berefleksi, mengajukan pertanyaan, melihat keterangan foto, membaca nama fotografer, dan benar-benar berinteraksi dengan media serta berita masa kini dengan cara yang berbeda," katanya.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya mengonsumsi berita secara individual dengan menggulir layar telepon, tetapi juga menjadikan pengalaman melihat foto jurnalistik sebagai ruang untuk berdiskusi dan memahami berbagai persoalan secara lebih mendalam.
"Saya menyarankan untuk datang bersama teman, meluangkan waktu, mendiskusikan cerita-cerita tersebut, mengajukan pertanyaan, dan benar-benar berhenti sejenak untuk menjadikannya pengalaman bersama," katanya.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan pameran tersebut untuk lebih memahami dunia, mengapresiasi kerja jurnalistik, serta menyadari pentingnya kebebasan pers dalam menghadirkan informasi yang akurat kepada publik.