Perkembangan penjualan aset BTN memperkuat gambaran tersebut. Berdasarkan data perseroan, jumlah aset yang laku melalui lelang sejak Agustus 2026 telah melampaui total pencapaian sepanjang 2025. Memasuki triwulan keempat, sebanyak 6.000 agunan telah terdaftar lelang dari target pendaftaran 10.000 agunan sepanjang 2026.

BTN menargetkan rasio laku lelang nasional mencapai 35% pada akhir tahun, dari posisi saat ini di kisaran 21%. Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara menjadi salah satu wilayah andalan dalam mendukung penjualan aset perseroan.

Panangian menilai penyebaran informasi melalui platform digital turut membuka pasar lelang kepada lebih banyak calon pembeli. Masyarakat dapat mengetahui aset yang ditawarkan di kawasan yang mereka minati, kemudian melakukan survei sebelum mengikuti lelang.

“Jadi orang sudah bisa melihat propertinya melalui digital platform,” katanya.