NADIKABAR.COM — Jakarta (NadiKabar) – Peluang usaha properti melalui lelang dinilai terbuka bagi kelas menengah, terutama pada aset seharga Rp200 juta hingga Rp500 juta. Pengamat properti Panangian Simanungkalit melihat kombinasi harga aset, akses pembiayaan, dan informasi digital memungkinkan masyarakat masuk ke usaha jual beli properti.

Menurut Panangian, peluang tersebut muncul di tengah kehati-hatian sebagian investor terhadap properti bernilai di atas Rp1 miliar. Pada segmen harga yang lebih rendah, aset lelang BTN justru menarik pembeli yang ingin memperbaiki rumah untuk dijual kembali maupun menempatinya sendiri.

“Ini akan menciptakan property-preneur di kalangan menengah. Bahkan mungkin menengah ke bawah,” ujar Panangian dalam diskusi mengenai lelang properti BTN di Jakarta, (30/10).

Ia menggambarkan pola usaha tersebut seperti perdagangan mobil bekas: membeli aset, melakukan perbaikan, kemudian menjualnya kembali. Dalam konteks properti lelang, harga pembelian dan tersedianya pembiayaan menjadi faktor yang menarik minat pelaku usaha.