NADIKABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap potensi cuaca ekstrem di Bali selama masa peralihan musim atau pancaroba dari kemarau ke penghujan. Warga diminta waspada potensi bencana.
BMKG Bali mengungkap masa pancaroba diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga dasarian atau sekitar 30 hari. Namun, durasinya bisa berbeda-beda di setiap wilayah, bergantung pada Zona Musim (ZOM).
Kepala Stasiun Klimatologi Bali, Aminudin Al Roniri, mengatakan selama periode pancaroba kondisi atmosfer tidak stabil, karena akan mengalami transisi musim. Hal ini menyebabkan potensi cuaca ekstrem yang terjadi dalam waktu singkat dan berubah-ubah.
"Maka dari itu, potensi terjadinya bencana hidrometeorologi juga berpeluang tinggi, seperti tanah longsor, banjir, dan lain-lainnya," kata Aminudin, Kamis (5/11).