Ia pun tidak ingin berjalan sendirian. Petani-petani lokal di sekitar Malang Raya diajak menjadi mitra. Hasil panen mereka dibeli dengan harga yang adil agar roda ekonomi petani tetap dapat berputar secara berkelanjutan.
Produk yang ditawarkan pun semakin beragam. Tidak hanya sayuran hijau, tetapi juga beras organik, umbi-umbian, telur ayam kampung, tempe organik, hingga olahan sehat, seperti smoothie siap saji yang menyasar gaya hidup masyarakat urban yang kini semakin dekat dengan aktivitas olahraga.
Di kebunnya, proses pertanian juga tidak dibiarkan berjalan tanpa catatan. Setiap bedeng dilengkapi kode QR yang terhubung langsung dengan catatan harian petani. Sistem ini memungkinkan seluruh proses terpantau secara terperinci dari hari ke hari, mulai dari jenis tanaman, riwayat perawatan, hingga jumlah hasil panennya.
Sistem pencatatan tersebut kemudian tidak hanya digunakan di kebunnya sendiri. Diyah mencoba menduplikasikannya kepada para petani mitra. Dari data tersebut, ia dapat mengetahui karakteristik setiap kebun dan potensi hasil yang dimiliki masing-masing petani.
“Merawat sayur organik itu seperti kita merawat manusia,” ujar Diyah.