NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di empat lokasi untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Usulan itu disampaikan Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol saat menyerahkan proposal kepada Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan perwakilan sekretariat tim Transisi BPSDM Sekolah Rakyat, Jauhari, di Kantor Kementerian Sosial, Senin (2/11).
Empat lokasi yang diusulkan terdiri dari dua titik di Kabupaten Jayawijaya, satu titik di Kabupaten Yahukimo, dan satu titik di Kabupaten Yalimo. Masing-masing lokasi memiliki luas lahan sekitar 10 hektare.
"(Masing-masing) kurang lebih 10 hektare. Jadi pokoknya itu tidak masalah dengan tanah. Hanya sertifikat lambat, sehingga (perlu) pelepasan, itu sebenarnya kuat," ujar Ones Pahabol.
Ones Pahabol menjelaskan, dari empat titik lahan yang diajukan merupakan aset milik pemerintah provinsi yang tersebar di sejumlah wilayah. Saat ini di atas lahan tersebut sudah berdiri bangunan sekolah, sehingga akses jalan, ketersediaan air, dan jaringan listrik memadai.
Lokasinya juga tidak jauh dari pusat kota, sehingga relatif aman dan nyaman. Sementara terkait syarat sertifikat lahan, Ones menjanjikan dalam waktu satu bulan akan selesai.