NADIKABAR.COM — Prasasti Policy Forum 2026 membahas hambatan pertumbuhan ekonomi nasional. Hashim Djojohadikusumo optimis target pertumbuhan ekonomi 8 persen dapat tercapai.
Jakarta - Prasasti Policy Forum 2026 membahas hambatan pertumbuhan ekonomi nasional. Hashim Djojohadikusumo optimis target pertumbuhan ekonomi 8 persen dapat tercapai.
Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 menggelar diskusi panel mengenai pembangunan kerja sama negara-pasar di Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026). Sebelum diskusi dimulai, para narasumber memaparkan hasil riset terkait fase pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Prasasti Center for Policy Studies menyebutkan pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam meningkatkan skala usahanya.
Riset tersebut mencatat tiga hambatan utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, yakni masalah ketenagakerjaan, birokrasi, dan pungutan liar.
Hasil kajian ini sejalan dengan riset peraih Nobel Ekonomi 2024, Prof. James A. Robinson, tentang pentingnya institusi yang inklusif.
Melalui keberadaan institusi yang inklusif, potensi dan talenta terpendam di dalam masyarakat dapat ditemukan serta dikembangkan.
Board of Advisors Prasasti, Burhanuddin Abdullah mengatakan, pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada keputusan sehari-hari yang diambil pelaku usaha, wirausahawan, dan pekerja. Kepastian regulasi dan persaingan usaha yang adil dinilai menjadi faktor penting untuk mendorong pertumbuhan dunia usaha di Indonesia. Kejelasan aturan dibutuhkan agar pelaku usaha memiliki kepastian dalam mengambil keputusan investasi dan mengembangkan bisnis.
Board of Advisors Prasasti, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan optimis Indonesia mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.