"Pertumbuhan pariwisata Indonesia menjadi yang tercepat kedua di antara lima ekonomi besar Asia Tenggara," kata Widiyanti.
Dia juga menyebut pariwisata Indonesia kini semakin berkualitas. Pada semester I 2026, rata-rata pengeluaran wisman meningkat 6,36 persen menjadi 1.313 dolar AS atau sekitar Rp22,59 juta per kedatangan.Pengeluaran wisatawan tersebut dibelanjakan langsung untuk berbagai kebutuhan seperti akomodasi, makan minum, cenderamata, hiburan, paket tur lokal, dan lainnya. Saat ini lebih dari 95 persen usaha sektor pariwisata digerakkan oleh UMKM.Kemudian dari sisi daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global, Indonesia menduduki peringkat ke-2 sebagai destinasi wisata ramah Muslim terbaik di dunia versi Global Muslim Travel Index 2026.
Peningkatan skor indeks daya saing pariwisata Indonesia (Travel and Tourism Development Index 2026) juga meningkat menjadi 4,56, menempatkan Indonesia di posisi ke-2 di Asia Tenggara dan ke-6 di Asia Pasifik.