NADIKABAR.COM — saham data center AI tertekan seiring kemenangan besar Partai Demokrat yang dipandang sebagai pendukung moratorium pembangunan infrastruktur AI. Demokrat mengalahkan Republik dalam pemilihan paruh waktu Amerika Serikat dan di pusat-pusat teknologi seperti Texas.
Pasar sebelumnya sudah memprediksi Partai Demokrat akan memenangkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan kemungkinan mengambil alih kendali Senat. Namun, beralihnya kursi gubernur Texas ke tangan Demokrat merupakan pukulan telak.
Kandidat Demokrat Gina Hinojosa, yang berencana segera memberlakukan moratorium data center di negara bagian tersebut, menang atas gubernur petahana Partai Republik, Greg Abbott. Menurut Wells Fargo, 27% dari rencana kapasitas gigawatt data center berada di Lone Star State (julukan Texas) itu.
Menurut Dan Ives, pengamat di Yorkville Ives & Co, hasil pemilu paruh waktu ini akan memperlambat pembangunan data center di seluruh AS. "Kita tak bisa menutup-nutupi fakta bahwa kendali Demokrat, khususnya di Senat, akan menciptakan hambatan besar bagi legislasi AI dan teknologi selama 2 tahun ke depan," ujarnya.