Pemilihan ini memperuncing pertarungan politik seputar pusat data dan infrastruktur AI. Texas merupakan pusat utama dari rencana pembangunan data center, dan Hinojosa berkampanye untuk menunda proyek-proyek baru hingga negara bagian tersebut menerapkan aturan lebih ketat.

Hasil ini juga memberikan pukulan bagi para miliarder teknologi yang telah menggelontorkan ratusan juta dolar untuk mendukung kandidat Republik, dengan harapan mereka akan bersikap ramah terhadap proyek-proyek data center AI raksasa yang ingin mereka bangun di seluruh negeri.

Elon Musk, orang terkaya dunia sekaligus donatur politik individu terbesar pada pemilihan ini, menghabiskan dana masif untuk membantu Partai Republik mempertahankan kekuasaan, termasuk di Texas. Dikutip NadiKabar dari CNBC, Rabu (4/11/2026) ia menggelontorkan sekitar setengah miliar dolar untuk mendukung kubu Republik.