NADIKABAR.COM — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Aceh meyakini ekonomi Provinsi Aceh tumbuh di kisaran 4,6–5,1 persen pada 2026 atau kembali normal seperti sebelum bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir 2025.
“Jadi, (proyeksi) sekitar 5 persen. Perkiraan kami (angka pertumbuhan) sudah kembali pada level normal seperti sebelum terjadi bencana,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Aceh Agus Chusaini dalam FGD bersama media di Kota Sabang, Aceh.
Agus menilai optimisme tersebut didukung oleh percepatan rekonstruksi dan rehabilitasi daerah terdampak bencana.
Selain itu, investasi swasta juga diperkirakan menopang pertumbuhan ekonomi Aceh. Meskipun diperkirakan tidak mengalami peningkatan, investasi di Aceh dinilai masih tergolong tinggi.
BI juga meyakini program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), turut mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Aceh pada triwulan III 2026 tumbuh sebesar 4,13 persen secara tahunan (year on year/yoy).