Menurut dia, optimisme tersebut didukung oleh rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana banjir dan longsor. Upaya pemulihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kembali produksi pertanian dan menjaga pasokan pangan.

Berdasarkan data BPS, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Aceh pada Oktober 2026 tercatat sebesar 5,05 persen (yoy). Sejumlah komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi tahunan tersebut antara lain beras, nasi dengan lauk, bensin, tomat dan daging ayam ras.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi IHK Aceh pada Desember 2025 yang tercatat sebesar 6,71 persen (yoy).

Agus menjelaskan bahwa bencana banjir dan longsor pada akhir 2025 menyebabkan kerusakan lahan pertanian sehingga mengurangi produksi pangan. Selain itu, kerusakan infrastruktur transportasi dan logistik turut menghambat distribusi barang dan meningkatkan biaya pengiriman dari daerah produsen.

Meski proses rehabilitasi dan rekonstruksi telah memperbaiki sebagian jalan dan jembatan, pemulihan infrastruktur belum sepenuhnya tuntas. Sebagian jembatan masih bersifat sementara dengan kapasitas yang lebih terbatas, sedangkan sejumlah ruas jalan belum kembali ke kondisi sebelum bencana.

Oleh sebab itu, Agus mengatakan kondisi tersebut turut memengaruhi kelancaran distribusi pangan dan menjadi salah satu faktor yang mendorong inflasi, khususnya dari kelompok pangan bergejolak (volatile food).