Keterhubungan data itu nantinya memungkinkan integrasi berbagai layanan, mulai dari kesehatan, pendidikan, kendaraan bermotor, hingga pertanahan. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat mengakses berbagai layanan tersebut melalui satu identitas digital.

"Paralel dengan itu, akan dibuatkan sistem yang meng-connect semua layanan publik, baik yang dari Kementerian Kesehatan, pendidikan, kemudian layanan kendaraan bermotor misalnya, semua, ATR/BPN, sertifikat [tanah], sehingga cukup dengan satu single sign-on, satu nomor unik yang dipegang oleh masing-masing warga negara," ucapnya.

Integrasi lintas layanan tersebut juga menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan kelayakan penerima bantuan sosial. Dalam penerapannya, pemerintah dapat mencocokkan identitas warga dengan informasi kepemilikan tanah dan kendaraan untuk menilai apakah seseorang memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan, baik tunai maupun nontunai.

"Layak mendapat bantuan itu pun nanti ada yang bisa [dikategorikan], bantuan dalam bentuk tunai, atau layak bantuan untuk nontunai, atau layak mendapatkan dua-duanya. Atau disebutkan tidak layak, karena punya mobil, punya tanah yang luas misalnya, itu akan mudah ketahuan," tuturnya.

Agar proses registrasi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, Tito turut menekankan pentingnya keterlibatan agen Perlinsos. Keberadaan agen diperlukan untuk membantu warga yang tidak memiliki telepon pintar atau belum mampu mengoperasikan aplikasi secara mandiri.

Dalam pelaksanaannya, keterlibatan agen dalam proses registrasi tersebut turut mendukung upaya pemerintah memperluas pendataan masyarakat penerima perlindungan sosial.

Berdasarkan dasbor Perlinsos Digital Kementerian Sosial per 6 November 2026, sebanyak 18,8 juta kepala keluarga (KK) telah teregistrasi, sementara jumlah agen terdaftar mencapai lebih dari 1,05 juta orang dan agen aktif sebanyak lebih dari 502 ribu orang.

"Ada masyarakat yang sudah teregistrasi, yang terdaftar, yang wajahnya di-recognized gitu ya untuk mengetahui apakah layak atau tidak layak, sudah kami laporkan 18,8 juta KK. Dan kemudian, agen yang sudah terdaftar, itu lebih dari 1 juta orang," ujarnya.