NADIKABAR.COM — Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas Formed Police Unit (FPU) 7 United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (Minusca) mendapatkan kehormatan Satyalancana Bhakti Buana dari Presiden Prabowo Subianto. Pasukan itu menerima penghargaan setelah menyelesaikan misi perdamaian di (mana).
Penghargaan itu disematkan oleh Wakapolri Komjen Wahyu Hadiningrat, mewakili Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (19/10/2026). Penganugerahan dilakukan sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 71/TK/2026, yang ditetapkan pada 7 September 2026.
Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Wahyu Hadiningrat, Kapolri mengapresiasi kepada seluruh anggota Satgas yang telah mengemban tugas tersebut secara profesional. Para anggota juga disebut telah mengharumkan nama Polri dan Indonesia di kancah internasional.
"Atas nama pimpinan Polri dan seluruh jajaran, saya mengapresiasi setinggi-tingginya seluruh anggota Satgas yang telah mengemban tugas negara dengan profesional dan sungguh-sungguh. Melalui kerja keras, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap kemanusiaan dan perdamaian dunia, rekan-rekan telah mengharumkan nama Polri, bangsa, dan negara di kancah internasional, sekaligus menunjukkan dedikasi Indonesia dalam mendukung misi perdamaian dunia," kata Wakapolri.
Wakapolri mengatakan penugasan ini juga menjadi bentuk kontribusi dalam menangani konflik di kancah internasional. Hal tersebut juga sesuai dengan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 alinea keempat.
"Sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 alinea keempat yaitu 'ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial'. Ini menjadi pengingat bahwa keikutsertaan Polri dalam misi PBB bukan sekadar penugasan, tetapi merupakan wujud nyata dari upaya menolong sesama dan membawa ketenangan di tengah keterbatasan dalam situasi konflik," ujarnya.
Wakapolri berpesan kepada para anggota Satgas untuk menjadikan pengalaman tersebut sebagai pembelajaran. Para anggota juga diminta untuk tetap terus menjadi teladan.
"Saya ingin mengingatkan bahwa kepulangan ini bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari tanggung jawab yang baru. Jadikan pengalaman dan pembelajaran selama penugasan sebagai sumber semangat untuk terus menjadi teladan dalam memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara," katanya.
Turut hadir dalam agenda ini Kalemdiklat Polri Komjen Rudi Darmoko, Koorsahli Kapolri Irjen Ruslan Ependi, As SDM Kapolri Irjen Deni Dharmapala, Astamarena Kapolri Irjen Andik Setiyono, Kakorlantas Brigjen Aries Syahbudin, Kadivhubinter Irjen Untung Widyatmoko, Wakabareskrim Irjen Putu Putera Sadana, serta jajaran PJU Mabes Polri lainnya.
Sebagai informasi, Pasukan FPU 7 Indonesia telah melaksanakan misi perdamaian di Bangui, Republik Afrika Tengah, setelah bertugas selama satu tahun. Kapolri saat itu, Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara pelepasan pasukan perdamaian itu pada 25 September 2025.
Sementara itu, Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas FPU 8 Minusca telah dilepas pada Kamis (1/10). Pasukan tersebut bakal melanjutkan tugas misi perdamaian pasukan FPU 7 di Bangui, Afrika Tengah.