"Salah satu tersangka itu berdomisili di Jawa Tengah, satu kampung dengan beberapa anak yang korban. Kemudian mereka ditawari pekerjaan di Jawa Timur, pekerjaannya di tempat karaoke," ucapΒ Ganis.

Namun setibanya di Jember, tujuh anak di bawah uur tersebut justru dipaksa melayani nafsu para pria hidung belang.

Ganis mengungkapkan, para korban dieksploitasi selama kurun waktu satu hingga dua minggu.

Selama rentang waktu singkat itu, setiap anak diduga dipaksa melayani belasan pria. Para korban juga dipaksa menggunakan alat kontrasepsi selama mengalami eksploitasi seksual tersebut.

"Ada yang masih seminggu, ada yang lebih dari seminggu, 2 minggu dan sebagainya. Tiap anak ini korban ini sudah melayani lebih dari 15 orang," ujarnya.

Kasus ini pun terbongkar secara dramatis saat empat dari tujuh korban nekat melarikan diri dari Jember menuju Terminal Purabaya atau Bungurasih di Sidoarjo. Tersangka bahkan sempat mengejar para korban hingga ke area terminal.