Pada Jumat (25/9), sekitar 300 ribu orang diperkirakan datang untuk melihat Paus saat ia melambaikan tangan dari mobil kepausan dalam perjalanan menuju Katedral Notre Dame.

"Ada semangat yang mengingatkan pada apa yang dirasakan lebih dari 40 tahun lalu bersama Yohanes Paulus II," kata Francois Mabille, direktur Geopolitical Observatory on Religion, kepada stasiun televisi RMC.

Pada Jumat, Paus Leo menekankan perlunya etika untuk menghindari "surga mesin" yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI). Di tengah perang yang memasuki tahun kelima di Ukraina, ia juga mendesak Prancis untuk tetap menjadi "juara perdamaian yang tak kenal lelah".

Ia juga mengatakan kepada kaum muda di sebuah stadion di luar Paris pada Jumat malam bahwa mereka adalah "orang-orang kudus Prancis".

Pada Sabtu malam, Paus Leo akan menuju Lourdes, kota di barat daya Prancis. Menurut tradisi Katolik, Perawan Maria menampakkan diri di sebuah gua di sana pada 1858 kepada seorang gadis petani.

Pada Minggu (27/9), ia akan berbicara dengan tujuh korban kekerasan seksual oleh anggota klerus.

Sebuah penyelidikan pada 2021 menemukan bahwa sekitar 330 ribu orang yang masih di bawah umur menjadi korban kekerasan oleh anggota klerus atau umat awam Gereja di Prancis selama tujuh dekade.

Dalam agenda terakhir kunjungannya, yakni di Metz pada Senin (28/9), Leo dijadwalkan menyampaikan pidato mengenai perdamaian di Eropa.