Sultoni menegaskan gerakan tobat nasional tidak boleh berhenti pada seruan dan doa, tetapi juga harus diwujudkan melalui tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan, mencegah kerusakan alam, serta membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Ia berharap sinergi pemerintah, ulama, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat luas dapat memperkuat upaya menghadapi ancaman bencana di Indonesia.

"PB KAMI mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan ikhtiar, doa, dan kepedulian sosial agar Indonesia senantiasa mendapat perlindungan serta mampu menghadapi berbagai tantangan kebencanaan," pungkasnya.