NADIKABAR.COM — Ketua Umum Pengurus Besar Komunitas Aktivis Muda Indonesia (PB KAMI) Sultoni menyerukan gerakan tobat nasional menyikapi berbagai bencana yang melanda Indonesia, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.

"Berbagai kejadian bencana tersebut harus menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk melakukan introspeksi diri sekaligus memperkuat upaya penanganan bencana melalui langkah konkret yang diiringi pendekatan religius," kata Sultoni di Jakarta, Sabtu.

Ia meminta Presiden Prabowo Subianto mengerahkan upaya maksimal untuk mengatasi berbagai persoalan kebencanaan melalui kebijakan pemerintah, koordinasi lintas sektor, serta langkah strategis dalam mitigasi dan penanggulangan bencana.

Menurut Sultoni, upaya penanganan bencana secara teknis perlu berjalan beriringan dengan pendekatan spiritual melalui doa, introspeksi diri dan peningkatan kepedulian terhadap lingkungan.

Secara khusus, ia meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan pelaksanaan salat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan, terutama di tengah kekeringan dan ancaman karhutla di sejumlah daerah.

Ia mengatakan salat Istisqa juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan umat Islam sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga alam dan mencegah kerusakan lingkungan.

Selain itu, Sultoni mengajak para ulama dan tokoh agama di seluruh Indonesia menyerukan tobat nasuha agar masyarakat melakukan introspeksi, memperbaiki perilaku, dan meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Kami mengajak para ulama untuk bersama-sama menyerukan tobat nasuha. Mari kita bermuhasabah dan memohon ampun kepada Allah agar bangsa Indonesia dijauhkan dari segala bencana dan mara bahaya," ujarnya.

Sultoni menegaskan gerakan tobat nasional tidak boleh berhenti pada seruan dan doa, tetapi juga harus diwujudkan melalui tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan, mencegah kerusakan alam, serta membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Ia berharap sinergi pemerintah, ulama, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat luas dapat memperkuat upaya menghadapi ancaman bencana di Indonesia.

"PB KAMI mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan ikhtiar, doa, dan kepedulian sosial agar Indonesia senantiasa mendapat perlindungan serta mampu menghadapi berbagai tantangan kebencanaan," pungkasnya.