Menurutnya, AI berpotensi mengakibatkan berbagai kerugian akibat hilangnya peran manusia untuk menilai serangan dan respons secara bijak, termasuk pada konteks senjata nuklir.

Robin mengatakan Sekretaris Jenderal PBB telah berulang kali menyerukan regulasi yang lebih ketat terhadap AI militer serta mengatur sistem senjata otonom yang mematikan ini agar penggunaannya tidak melampaui garis moral manusia.

Dalam rangka mengatasi risiko tersebut, Centre of Excellence on AI, Peace and Security sebagai bagian dari UNIDIR telah membentuk forum yang berisi pemangku kepentingan untuk membahas mengenai AI dalam perdamaian dan keamanan internasional serta di bidang militer saat ini.