NADIKABAR.COM — Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memperingatkan penggunaan kecerdasan buatan (AI) di bidang militer berisiko menghilangkan peran manusia dalam penilaian dan pengambilan keputusan serta memperburuk kondisi perang.
United Nations Institute for Disarmament Research (UNIDIR) menyatakan AI di bidang militer mulai banyak digunakan untuk tugas-tugas teknis tertentu seperti analisis intelijen, identifikasi target, pengoperasian drone, hingga perancangan serangan siber.
Teknologi ini secara signifikan mampu meningkatkan kecepatan operasi penyerangan. Namun, di sisi lain AI juga berpotensi meningkatkan risiko kesalahan serta eskalasi yang tidak disengaja.
"Apakah kita akan membiarkan mesin menargetkan dan membunuh manusia?" kata Direktur UNIDIR Robin Geiss di Markas Besar PBB pada Selasa (20/10), dikutip dari laman berita PBB.