NADIKABAR.COM — Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma'shum Faqih atau Gus Maksum mendorong penguatan perlindungan guru menyusul dugaan penganiayaan terhadap kepala madrasah di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, yang diduga dilakukan oleh anggota TNI.
"Semua harus menahan diri. Insyaallah persoalan yang menimpa sahabat kami sudah ditangani oleh Kodam V/Brawijaya," ujarnya di Lamongan, Sabtu.
Ia berharap penanganan perkara tersebut menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang dan para pendidik dapat menjalankan tugas dengan aman. PBNU juga akan mendorong evaluasi terhadap peraturan perlindungan guru melalui pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
"Kami sudah melakukan ikhtiar yang maksimal untuk mencari keadilan. Ini supaya guru-guru yang lain mendapatkan keamanan dan perlindungan dari negara," katanya.