NADIKABAR.COM β Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengingatkan agar konflik di Timur Tengah tidak berkembang menjadi pertentangan antarmazhab yang memecah belah umat Islam, termasuk di Indonesia.
Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dalam keterangan yang diterima di Jombang, Jawa Timur, Senin, menegaskan bahwa konflik di kawasan tersebut berkaitan dengan persoalan politik dan perebutan kekuasaan, bukan pertentangan ajaran agama.
βJangan sampai konflik politik di Timur Tengah berubah menjadi permusuhan antarumat Islam. Perbedaan mazhab tidak boleh dijadikan alasan untuk saling membenci, apalagi memecah belah persaudaraan,β ujarnya.
Gus Kikin mengajak warga Nahdlatul Ulama (NU) di seluruh Indonesia menjaga ukhuwah Islamiyah, tidak mudah terprovokasi narasi sektarian, serta mengedepankan persaudaraan dan perdamaian.
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, itu juga mengecam serangan terhadap warga dan fasilitas sipil di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Ia menegaskan kepentingan politik, kekuasaan, maupun militer tidak dapat dijadikan alasan untuk mengorbankan keselamatan manusia.