"Ekosistem olahraga yang sudah dikelola dengan baik nantinya juga akan mendatangkan keuntungan, bukan hanya dari segi prestasi, tetapi juga pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal, khususnya di Kabupaten Kudus. Perlu kita dukung bersama," ujarnya.
Fadil juga menyoroti pentingnya memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga bulu tangkis melalui program pengenalan sejak usia dini. Salah satunya melalui Festival SenengMinton yang diselenggarakan PBSI Kabupaten Kudus bekerja sama dengan Djarum Foundation.
Menurut dia pengenalan olahraga sejak anak-anak duduk di bangku sekolah dasar menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bulu tangkis. Dari ketertarikan tersebut, anak-anak diharapkan terdorong untuk bermain secara rutin hingga berpeluang menekuni olahraga itu sebagai atlet.
"Mulai dari usia dini, dalam proses perkembangan seperti sekarang, mungkin umur SD. Setelah mengetahui, mereka akan mencintai. Setelah mencintai, mereka ingin bermain sebagai atlet. Tentu ini menjadi suatu ekosistem yang harus terus kita dukung dan kembangkan," ujarnya.
Ia mengapresiasi PB Djarum yang mengembangkan Festival SenengMinton tidak hanya di Kudus, tetapi juga memperluas pelaksanaannya ke empat kota lainnya di Jawa Tengah.
Fadil berharap pemerintah provinsi dan klub-klub bulu tangkis di daerah lain turut mengembangkan program serupa agar semakin banyak masyarakat mengenal dan mencintai olahraga tersebut.