Menurut dia perluasan kegiatan pengenalan bulu tangkis dapat memperkuat basis pembinaan sekaligus menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan, mulai dari tingkat masyarakat hingga kompetisi prestasi.
Pada kesempatan itu, Fadil juga menyambut positif rencana penyelenggaraan turnamen Indonesia Masters Super 100 di Stadion Kaliputu, Kabupaten Kudus.
Ia menilai penyelenggaraan turnamen berskala nasional dan internasional di Kudus berpotensi membuka peluang bagi daerah tersebut untuk menjadi tuan rumah kompetisi bulu tangkis dengan level lebih tinggi.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan Kudus dapat menjadi lokasi penyelenggaraan turnamen lain dalam kalender kompetisi Badminton Asia, seperti International Challenge, apabila didukung kesiapan penyelenggaraan dan fasilitas yang memadai.
"Apalagi Kudus ini sudah menjadi salah satu rumah bulu tangkis di Indonesia," katanya.
Menurut Fadil perpaduan antara pembinaan atlet, penyelenggaraan kompetisi, dukungan pemerintah, dan keterlibatan masyarakat menjadi modal penting untuk memperkuat posisi Kudus sebagai salah satu pusat perkembangan bulu tangkis nasional sekaligus mendorong manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.