NADIKABAR.COM — Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kudus, Jawa Tengah, bersama Djarum Foundation memperluas jangkauan Festival SenengMinton 2026 ke lima kota sebagai upaya menumbuhkan kesenangan dan kecintaan anak-anak terhadap olahraga bulu tangkis.

"Awalnya, Festival SenengMinton ini digelar di Kabupaten Kudus. Kemudian kami perluas menjadi lima kota, yakni Kudus, Magelang, Purworejo, Solo, dan Semarang,” kata Ketua Pengkab PBSI Kudus Yuni Kartika saat ditemui di sela-sela final Festival SenengMinton 2026 di GOR Djarum Jati, Kudus, Minggu.

Menurut dia Festival SenengMinton tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana mengenalkan dasar-dasar permainan bulu tangkis kepada anak-anak melalui kegiatan yang menyenangkan.

Dalam kegiatan tersebut, terdapat empat aspek yang menjadi perhatian, yaitu ketenangan, kecepatan, kekuatan, dan ketepatan dalam memukul kok atau shuttlecock.

Keempat aspek itu diharapkan dapat membantu anak-anak mengenal kemampuan dasar bulu tangkis sekaligus membangun kepercayaan diri ketika bermain.

"Dari festival, kami pindahkan mereka ke Kejuaraan SenengMinton. Mereka bermain bulu tangkis menggunakan setengah lapangan dulu karena kalau langsung selapangan tentu lebih sulit bagi anak-anak," ujarnya.

Menurut Yuni respons terhadap program lanjutan tersebut sangat positif. Sejumlah peserta kejuaraan SenengMinton bahkan mulai bergabung dengan klub bulu tangkis untuk melanjutkan pembinaan.

Selain itu, PBSI Kudus juga mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler bulu tangkis di sekolah-sekolah. Diharapkan menjadi fondasi bagi anak-anak sebelum mengikuti kegiatan kompetitif maupun masuk ke klub.

Ia menegaskan tujuan jangka panjang program tersebut untuk membangun jalur pembinaan atlet yang terstruktur, mulai dari pengenalan olahraga di tingkat dasar, pembinaan menengah, klub besar, hingga Pelatnas.

Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin menambahkan festival senangminton menjadi salah satu langkah awal untuk menumbuhkan minat anak-anak terhadap olahraga bulu tangkis sekaligus memperkuat fondasi pembinaan atlet sejak usia dini.

Yoppy menjelaskan pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemassalan olahraga bulu tangkis, yakni memperluas partisipasi masyarakat sejak usia dini sebagai fondasi pembinaan prestasi.

"Pengembangan ke daerah lain tetap terbuka apabila minat masyarakat terus meningkat. Namun, perluasan program akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan wilayah Jawa Tengah," ujarnya.

Ia mengaku terkejut dengan tingginya antusiasme peserta Festival Senang Minton di Kudus. Jumlah peserta yang mencapai sekitar 800-an anak, di banding sebelumnya antara 200 hingga 300-an peserta.

Tingginya partisipasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan bulu tangkis di Kudus yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil atlet berprestasi.

Atik Mujiati, pembina ekstrakurikuler MI NU Miftahul Ulum Kecamatan Jati, Kudus mengakui bersyukur anak didiknya bisa berprestasi mendapatkan juara satu untuk siswa kelas 1 pada ajang Festival SenengMinton 2026 di GOR Djarum Jati Kudus. Sedangkan kelas 2 dan 3 masing-masing meraih juara 2 dan 3.

"Sekolah memang menyediakan ekstra bulu tangkis, sehingga didatangkan dua pelatih untuk menyalurkan bakat anak, terutama yang dikenal aktif," ujarnya.