Sebaliknya, kemenangan juga harus melahirkan standar baru bagi atlet.
Fadil mencontohkan keberhasilan Moh Zaki Ubaidillah atau Ubed ketika mampu mengalahkan pemain China Weng Hongyang sebagai salah satu tolok ukur baru yang harus dijaga dan ditingkatkan.
βKetika Ubed bisa menang melawan tunggal China, itu menjadi standar baru buat Ubed,β ujar Fadil.
Ukuran keberhasilan PBSI, kata Fadil juga, bukan sekadar kemampuan menghasilkan juara dalam satu turnamen. Namun lebih kepada membangun sistem yang dapat melahirkan prestasi secara berkesinambungan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Karena itu, PBSI masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah setelah Asian Games, mulai dari konsistensi performa, kedalaman atlet di setiap sektor, jarak kualitas antara kelompok pratama dan utama, hingga kemampuan bertanding di bawah tekanan.