"Persoalan ini sudah lama terjadi. Pipa yang sudah tua mengakibatkan banyak kebocoran sehingga pelayanan kepada masyarakat ikut terganggu," ujarnya.
Selain persoalan teknis, lanjut Didi, manajemen menemukan indikasi pemasangan sambungan air tanpa prosedur resmi.
"Untuk menelusuri dugaan tersebut, perusahaan telah membentuk tim khusus guna mengidentifikasi jaringan pelanggan dan kemungkinan penyimpangan dalam pemasangan sambungan," katanya.
Berdasarkan data perusahaan tahun 2026, jumlah pelanggan Perumda Tirta Rora Dompu tercatat sebanyak 8.200 sambungan, termasuk 5.675 pelanggan rumah tangga aktif. Dari kelompok pelanggan rumah tangga tersebut, sekitar 3.000 pelanggan dilaporkan tidak membayar tagihan secara rutin setiap bulan.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi optimalisasi penerimaan perusahaan yang saat ini rata-rata mencapai Rp150 juta per bulan. Menurut Didi, penerimaan tersebut telah mencukupi kebutuhan operasional teknis dan pembayaran gaji 49 karyawan.